Microsleep adalah fase tertidur singkat kurang dari 30 detik yang terjadi secara tiba-tiba dan menurunkan fokus. Pengemudi sering tak sadar ketika mengalami microsleep, bahkan seringkali terjadi dengan mata terbuka.
Dilansir dari Healthline, meski sulit untuk diidentifikasi ada beberapa gejala dan tanda-tanda terkait microsleep yang perlu diwaspadai bagi pengendara, meliputi:
AAA Foundation for Traffic Safety mempublikasikan hasil riset yang menunjukkan microsleep menyumbang 16,5 persen kecelakaan fatal di jalan raya. Hasil riset serupa juga disampaikan National Highway Traffic Safety Administration Amerika Serikat yang menyebut 6.000 kecelakaan fatal terjadi setiap tahun karena pengemudi mengantuk.
Microsleep bukan hanya mengancam keselamatan pengemudi, tetapi juga penumpang. Dari sebuah simulasi menunjukkan Ketika mata terpejam selama tiga detik dan kendaraan melaju dengan kecepatan 90-100 km/jam, kendaraan bisa keluar jalur sampai hamper 100 meter.
Penyebab microsleep sangat beragam, namun yang paling sering memicu microsleep adalah kurang tidur, kondisi jalan monoton, serta mengemudi dalam waktu lama tanpa istirahat. Pengendara yang beraktifitas sehari-hari mengendarai kendaraan pribadi, berpotensi mengalami microsleep. Penyebabnya, lelah dengan pekerjaan, kondisi lalu lintas yang kurang ideal, dan depresi atau gangguan kecemasan.
Bagi Anda yang beraktifitas jauh dari tempat tinggal namun masih tersedia transportasi massal, maka disarankan menggunakan moda tersebut. Tetapi, bagi Anda yang terpaksa mengendarai kendaraan pribadi, Anda bisa mulai membiasakan power napping jika dirasa lelah dan mengantuk.
Dalam istilah kedokteran, power napping diibaratkan sebagai penyegaran kembali otak yang sudah lelah dengan cara tidur selama 15 hingga 20 menit. Ada beberapa keuntungan yang dapat dirasakan langsung oleh seseorang yang melakukan power napping, yaitu meningkatkan kemampuan memori, meningkatkan produktifitas, mengatasi efek kurang tidur, meningkaatkan tingkat kewaspadaan, dan mempertajam naluri.
Bagi Anda yang merasa lelah dan mengantuk saat berkendara jangan pernah menunda untuk sejenak beristirahat. Carilah lokasi menepi yang aman seperti pom bensin, rest area atau area parkir terdekat. Setelah itu, cobalah mengatur posisi seat dan pastikan mesin mobil menyala untuk power napping.
Jika punya kecenderungan microsleep, upayakan jangan berkendara sendiri. Ajak orang lain agar ada teman bicara di sepanjang jalan. Percakapan dapat membangunkan sel otak, mempercepat pernapasan dan memompa oksigen ekstra ke aliran darah, sehingga pengendara tidak gampang ngantuk.
Memutar musik dengan tempo yang cepat juga bisa jadi pilihan untuk mengurangi rasa mengantuk. Selain itu, tidak ada salahnya mengonsumsi minuman berkafein untuk membantu tetap terjaga dan tetap waspada sepanjang perjalanan.
Setelah mengetahui tentang bahaya microsleep, Anda perlu menerapkan beberapa langkah pencegahan di atas. Terpenting adalah pastikan kondisi tubuh Anda fit saat berkendara.
Klik tautan dibawah ini untuk berbagi artikel
Hak Cipta Kementerian Perhubungan Republik Indonesia
Jl. Medan Merdeka Barat No.8, Jakarta Pusat