Melewati jalanan berlubang saat perjalanan merupakan hal yang sangat menyebalkan. Meskipun kita mengendarai mobil sebagus dan semahal apapun, bisa saja mengalami kerusakan jika menghantam lubang yang terlalu dalam.
Jalan berlubang berpotensi besar menyebabkan kecelakaan bagi pengendara roda dua. Mereka dengan mudah kehilangan kendali lalu terjatuh saat roda motor mengenai lubang. Bukan hanya itu, pengendara mobil juga dapat mengalami kerugian akibat bagian kaki-kaki kendaraan roda empatnya menghantam lubang.
Melihat masalah ini, produsen mobil multinasional asal Inggris, Jaguar Land Rover mengembangkan teknologi pendeteksi jalan berlubang bernama Pothole Alert. Teknologi ini berbentuk kamera yang terpasang di bagian depan mobil. Selain itu, teknologi ini juga dilengkapi dengan sejumlah sensor pada bagian suspensi untuk mendeteksi lubang-lubang di jalanan.
Jika sensor mendeteksi jalan berlubang, data akan dikumpulkan dan diunggah ke cloud. Sehingga semua mobil yang telah memiliki teknologi tersebut dapat memberi peringatan kepada pengemudi lainnya untuk lebih berhati-hati.
Selain peringatan lubang, Pothole Alert juga memungkinkan suspensi mobil yang menyesuaikan secara otomatis untuk meredam guncangan. Pengemudi pun bisa lebih nyaman berkendara karena semua berlangsung hanya dalam hitungan detik.
Selanjutnya, guna memaksimalkan penerapan teknologi Pothole Alert, produsen mobil tersebut juga bekerja sama dengan pemerintah kota Converty, Inggris. Pemerintah dapat memanfaatkan data jalan berlubang guna melakukan perbaikan jalan.
Meski teknologi ini belum sepenuhnya matang, di masa yang akan datang teknologi ini diyakini dapat mengendalikan mobil secara otomatis ketika lubang terdeteksi. Sehingga pengemudi bisa lebih nyaman berkendara serta pemerintah juga responsif mengatasi permasalahan jalan berlubang.
Sistem Pendeteksi Berbasis Teknologi IoT
Di Indonesia, peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB) tengah mengembangkan sistem pendeteksi jalan berlubang berbasis machine learning dan teknologi Internet of Things (IoT).
Teknologi ini bekerja dengan memanfaatkan data yang dikumpulkan melalui dashcam kendaraan. Selanjutnya data akan dikenali oleh sistem untuk mengkategorikan jalan rusak dan dikirim ke pemerintah yang berwenang mengelola jalan tersebut.
Saat ini, pengembangan dashcam masih terus dilakukan agar sistem bisa beroperasi secara optimal dalam mendeteksi kerusakan jalan dari kategori ringan hingga berat.(*)
Klik tautan dibawah ini untuk berbagi artikel
Hak Cipta Kementerian Perhubungan Republik Indonesia
Jl. Medan Merdeka Barat No.8, Jakarta Pusat