Kylian Mbappe tengah menghadapi situasi yang kurang menguntungkan sejak memutuskan untuk berseragam Real Madrid pada musim panas 2024 silam. Penyerang andalan Timnas Prancis tersebut sejauh ini belum berhasil mempersembahkan trofi bergengsi seperti La Liga maupun Liga Champions bagi klub barunya.
Kepindahan Mbappe dari Paris Saint-Germain awalnya diprediksi akan menjadi jalan pintas baginya untuk meraih banyak gelar bergengsi di level domestik maupun Eropa. Namun kenyataannya, impian besar tersebut belum juga terwujud meski sang pemain sudah membela Los Blancos selama hampir dua musim kompetisi.
Hingga saat ini, koleksi trofi Mbappe bersama Real Madrid hanya terbatas pada gelar Piala Super dan Piala Interkontinental saja. Di kompetisi kasta tertinggi Spanyol musim 2025/2026, tim asuhan Alvaro Arbeloa masih tertahan di peringkat kedua klasemen sementara.
Real Madrid mengantongi 70 poin dan terpaut sembilan angka dari rival abadi mereka, Barcelona, yang kokoh di puncak klasemen dengan raihan 79 poin. Sementara itu di kancah Liga Champions, langkah Si Putih harus terhenti secara menyakitkan pada babak perempat final musim ini.
Performa tim yang kurang memuaskan ini membuat sorotan tajam tertuju kepada Mbappe yang awalnya diharapkan menjadi motor serangan utama Madrid. Sang pemenang Piala Dunia 2018 tersebut tampaknya masih membutuhkan waktu adaptasi lebih lama untuk bisa memenuhi ekspektasi tinggi publik Santiago Bernabeu.
Meski banyak kritik yang datang, Mbappe tidak seharusnya disalahkan sepenuhnya atas kegagalan tim dalam meraih prestasi puncak dalam waktu singkat. Nasib buruk di dunia sepak bola sering kali datang secara tak terduga, bahkan kepada para pemain paling berbakat sekalipun di dunia.
Kisah Mbappe yang mengalami kesulitan prestasi bersama klub barunya bukanlah fenomena pertama yang terjadi di panggung sepak bola internasional. Mengutip laporan dari Football365, terdapat enam pemain bintang lainnya yang pernah merasakan nasib serupa saat membela tim-tim besar Eropa.
Data Pemain Bintang dengan Nasib Kurang Beruntung
| Nama Pemain | Klub Tujuan | Status/Pencapaian Penting |
|---|---|---|
| Kylian Mbappe | Real Madrid | Baru memenangkan Piala Super dan Piala Interkontinental. |
| Ruud van Nistelrooy | Manchester United | Mencetak 150 gol namun hanya meraih satu gelar Liga Inggris. |
| Ronaldo Nazario | Real Madrid | Pemain legendaris yang tidak pernah menjuarai Liga Champions. |
| Antoine Griezmann | Barcelona | Gagal juara liga bersama Barca meski mencetak lebih dari 200 gol di La Liga. |
| Cesc Fabregas | Barcelona | Kembali ke Barca saat tim sedang paceklik gelar Liga Champions. |
| Romelu Lukaku | Chelsea | Rekor transfer klub namun hanya mencetak 8 gol di Liga Inggris. |
| David Beckham | Real Madrid | Hanya meraih satu gelar La Liga di musim terakhirnya dari empat tahun kontrak. |
Ruud van Nistelrooy di Manchester United
Ruud van Nistelrooy datang ke Manchester United pada musim 2001/2002 dari PSV Eindhoven dengan reputasi sebagai penyerang yang sangat mematikan. Pada musim perdananya, ia langsung menunjukkan ketajaman luar biasa dengan membukukan 36 gol dan 8 assist dari total 49 pertandingan.
Penyerang asal Belanda ini sukses menjadi top skor Premier League musim 2002/2003 dengan 25 gol sekaligus mengantar Setan Merah meraih trofi juara. Selama lima tahun berkarier di Old Trafford, Van Nistelrooy secara keseluruhan berhasil mengoleksi 150 gol bagi klub raksasa Inggris tersebut.
Ironisnya, meski sangat produktif dalam urusan mencetak gol, ia hanya mampu memenangkan satu gelar juara Liga Inggris sepanjang masa baktinya. Padahal, United meraih tiga gelar liga berturut-turut tepat sebelum ia datang dan kembali mengulang prestasi serupa sesaat setelah ia hengkang.
Van Nistelrooy sempat mengalami penundaan kepindahan selama satu tahun akibat cedera serius, padahal ia adalah target utama manajer legendaris Sir Alex Ferguson. Selain medali liga, ia juga mengoleksi masing-masing satu trofi Piala FA, Piala Liga, dan Community Shield selama berseragam United.
Ronaldo Nazario di Real Madrid
Setelah sukses membawa Brasil menjuarai Piala Dunia 2002, Ronaldo Luiz Nazario de Lima direkrut oleh Real Madrid dari Inter Milan. Selama lima musim membela klub ibu kota Spanyol tersebut, pemain berjuluk Il Fenomeno ini mencatatkan 104 gol dalam 177 penampilan resmi.
Kedatangan Ronaldo awalnya diharapkan bisa membantu Real Madrid mewujudkan ambisi meraih La Decima atau gelar Liga Champions yang kesepuluh bagi klub. Manajemen Los Blancos merogoh kocek hingga 46 juta Euro, angka yang fantastis dan hampir menyamai nilai transfer Zinedine Zidane setahun sebelumnya.
Pada musim pertamanya, ia berhasil mempersembahkan gelar La Liga dan Piala Interkontinental, disusul trofi Supercopa de Espana pada tahun berikutnya. Namun sayangnya, hingga ia meninggalkan klub, trofi Liga Champions yang sangat didambakan tak kunjung berhasil ia genggam bersama Madrid.
Ronaldo sering dianggap sebagai pemain terbaik sepanjang masa yang tidak pernah memiliki kesempatan mengangkat trofi juara Liga Champions dalam karier profesionalnya. Penantian panjang Madrid akan gelar kesepuluh tersebut baru berakhir pada tahun 2014 berkat kehadiran Cristiano Ronaldo di skuad mereka.
Antoine Griezmann di Barcelona
Antoine Griezmann merupakan bagian dari kelompok elit 11 pemain yang sanggup mencetak lebih dari 200 gol di kompetisi kasta tertinggi Liga Spanyol. Namun hingga saat ini, penyerang Timnas Prancis tersebut memiliki catatan unik karena belum pernah merasakan nikmatnya mengangkat trofi juara liga.
Setelah tampil gemilang bersama Real Sociedad dan Atletico Madrid, ia memutuskan pindah ke Barcelona yang saat itu merupakan juara bertahan dua musim berturut-turut. Ironisnya, setelah ia bergabung, takhta juara justru direbut oleh Real Madrid di musim pertamanya dan oleh Atletico Madrid di musim kedua.
Selama membela panji Blaugrana, Griezmann hanya mampu memberikan kontribusi berupa satu gelar Copa del Rey bagi klub asal Catalan tersebut. Gelar tersebut menjadi satu-satunya pencapaian dari investasi besar senilai 120 juta Euro yang dikeluarkan Barcelona sebelum sang pemain kembali ke Atletico.
Cesc Fabregas di Barcelona
Cesc Fabregas memutuskan untuk pulang ke klub masa kecilnya, Barcelona, pada tahun 2011 setelah tampil sangat impresif sebagai kapten dan gelandang kreatif di Arsenal. Kepulangannya ke Camp Nou melibatkan nilai transfer sebesar 29 juta Euro dan ia bertahan selama tiga musim kompetisi.
Meskipun berhasil memenangkan trofi La Liga pada musim 2012/2013, masa bakti Fabregas di tim utama Barcelona dianggap berada pada waktu yang kurang tepat. Pasalnya, periode kehadirannya justru terjepit di antara dua musim di mana Barcelona berhasil menjadi juara di kompetisi Liga Champions Eropa.
Selama Fabregas berada di dalam skuad, klub raksasa Spanyol tersebut bahkan tidak pernah sekalipun mencapai babak final turnamen antar klub paling bergengsi tersebut. Pengalaman pahit ini menjadikannya salah satu pemain bintang yang gagal mencicipi kejayaan Eropa bersama generasi emas Barcelona saat itu.
Romelu Lukaku di Chelsea
Chelsea memecahkan rekor transfer klub demi mendatangkan kembali Romelu Lukaku pada musim panas 2021 setelah sang pemain tampil tajam bersama Inter Milan. Thomas Tuchel berharap kehadiran penyerang kelas dunia asal Belgia ini bisa membantu The Blues mempertahankan mahkota juara Liga Champions mereka.
Namun, kepulangan Lukaku ke Stamford Bridge justru berakhir dengan kegagalan total karena ia hanya mampu mencetak delapan gol di kompetisi Liga Inggris. Chelsea pun gagal mempertahankan gelar juara Eropa dan harus menelan kekalahan pahit di dua laga final kompetisi domestik, yakni Piala FA dan Piala Liga.
Satu-satunya hiburan bagi Lukaku dan Chelsea pada musim tersebut adalah keberhasilan mereka merengkuh trofi Piala Super UEFA serta Piala Dunia Antarklub FIFA. Setelah musim yang mengecewakan itu, Lukaku dipinjamkan kembali ke Inter Milan sementara posisi Chelsea di klasemen liga merosot tajam ke peringkat 12.
David Beckham di Real Madrid
David Beckham bergabung dengan proyek megabintang Los Galacticos di Real Madrid pada tahun 2003 setelah meraih kesuksesan besar bersama Manchester United. Meski datang sebagai bintang populer dunia, nasib Beckham di Spanyol tidak semulus yang dibayangkan banyak orang pada awalnya.
Pada musim debut Beckham, Real Madrid justru terlempar ke posisi keempat klasemen akhir liga meskipun dihuni oleh banyak pemain bintang ternama. Beckham baru bisa merasakah gelar juara La Liga pada musim keempatnya, yang sekaligus menjadi musim terakhirnya berseragam putih-putih sebelum pindah ke Amerika.
Secara total, Beckham mencatatkan 159 pertandingan dan menyumbangkan 20 gol selama pengabdiannya yang berlangsung selama empat tahun di Santiago Bernabeu. Selain satu gelar liga, trofi lain yang berhasil ia raih hanyalah Piala Super Spanyol yang didapatkan pada tahun awal kedatangannya.