RA Kartini pernah mendeskripsikan keberadaan sebuah taman indah di Rembang melalui surat-surat yang dikirimkan kepada sahabatnya di masa lalu. Kini, para wisatawan masih dapat mengunjungi dan menyaksikan langsung keindahan tempat yang dinamakan Taman Inspirasi RA Kartini tersebut.
Lokasi taman asri ini berada tepat di sisi timur Pendapa Kabupaten Rembang atau yang sekarang berfungsi sebagai Museum RA Kartini. Pembangunan kembali taman ini dilakukan berdasarkan rujukan tulisan Kartini dalam suratnya yang dikirimkan pada Desember 1903 silam.
Retna Dyah Radityawati, selaku Subkoordinator Sejarah, Museum, dan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Rembang, menyebutkan bahwa surat tersebut ditujukan kepada Nyonya Abendanon. Saat itu, Kartini telah menetap di Rembang dan menyandang gelar sebagai seorang raden ayu setelah menikah.
Dalam kutipan wawancara pada Jumat (17/4), Retna menjelaskan bahwa Kartini mengungkapkan kebahagiaannya selama tinggal di Rembang melalui barisan kata di surat tersebut. Kartini merasa beruntung memiliki kediaman indah yang dilengkapi taman, di mana ia bisa memetik bunga setiap hari untuk mempercantik serta mengharumkan ruangan rumahnya.
Retna menambahkan bahwa dalam surat itu, Kartini secara spesifik menyebutkan jenis tanaman seperti mawar prancis, melati, hingga lili paris yang menghiasi tamannya. Berbagai jenis bunga tersebut kini telah ditanam kembali sebagai langkah nyata untuk menghidupkan lagi atmosfer sejarah di taman tersebut.
Selama kurang lebih sepuluh bulan menetap di Rembang, tercatat ada sembilan pucuk surat yang dihasilkan oleh pahlawan emansipasi wanita tersebut. Delapan surat dikirimkan khusus untuk Nyonya Abendanon, sementara satu surat lainnya ditujukan kepada Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada masa itu.
Kartini diketahui memiliki kebiasaan menulis pada malam hari di sebuah ruangan khusus yang telah disediakan di rumahnya. Uniknya, kursi yang digunakannya untuk menulis sering kali disiapkan oleh anak bungsunya yang akrab disapa Sis.
Berbeda dengan aktivitas malam hari, saat siang hari Kartini lebih sering menghabiskan waktu di luar rumah untuk mencari inspirasi dan menghirup udara segar. Ia bahkan menceritakan dalam suratnya bahwa karakter angin pantai di Rembang terasa sangat berbeda dibandingkan dengan angin pantai di Jepara.
Retna memaparkan bahwa posisi rumah Kartini di Rembang memang terletak sangat strategis karena berada dekat dan langsung menghadap ke arah pantai. Sebelum direkonstruksi, kondisi taman ini sempat mengalami masa terbengkalai yang cukup lama sehingga tampilannya tidak lagi mencerminkan deskripsi dalam surat-surat Kartini.
Pemerintah setempat akhirnya memutuskan untuk melakukan langkah rekonstruksi pada Mei 2025 dengan menjadikan isi surat Kartini sebagai panduan utama. Upaya revitalisasi ini dilakukan oleh pihak museum guna menghadirkan kembali suasana asli taman seperti saat Kartini masih hidup di sana.
Proses penataan ulang taman ini dilakukan secara teliti dengan mengumpulkan kepingan informasi dari berbagai korespondensi yang pernah ditulis Kartini. Seluruh proses revitalisasi yang dilaksanakan pada Mei 2025 tersebut bertujuan untuk menjaga nilai historis dari tempat tinggal sang tokoh nasional.
Berdasarkan pengamatan di lapangan saat ini, taman tersebut terlihat sangat rapi dan menawan setelah melewati tahap penataan intensif. Berbagai koleksi tanaman mulai dari bunga lili paris, melati, hingga tanaman apotek hidup tumbuh dengan subur di area bersejarah tersebut.
Taman ini berdiri di atas lahan yang dulunya merupakan bagian dari rumah tinggal RA Kartini bersama suaminya, Raden Adipati Djojo Adiningrat. Bangunan yang kini menjadi Museum RA Kartini itu juga menjadi saksi bisu keseharian Kartini bersama anak-anaknya selama menetap di Kabupaten Rembang.
| Kategori Informasi | Detail Terkait RA Kartini di Rembang |
|---|---|
| Jumlah Surat | 9 Surat (8 untuk Nyonya Abendanon, 1 untuk Gubernur Hindia Belanda) |
| Waktu Revitalisasi | Mei 2025 |
| Jenis Bunga Utama | Melati, Mawar Prancis, dan Lili Paris |
| Durasi Tinggal | Sekitar 10 Bulan |