Cara Mencegah Berat Badan Naik Saat Puasa Menurut Pakar UGM

Cara Mencegah Berat Badan Naik Saat Puasa Menurut Pakar UGM
Foto: Ilustrasi Cara Mencegah Berat Badan Naik Saat Puasa Menurut Pakar UGM.

Bulan Ramadhan kerap dianggap sebagai kesempatan emas bagi banyak orang untuk memperbaiki pola hidup sekaligus menurunkan berat badan secara efektif. Secara ilmiah, pembatasan waktu makan antara waktu subuh hingga maghrib membuka peluang besar bagi tubuh manusia untuk membakar cadangan energi yang tersimpan.

Meskipun frekuensi makan berkurang, Kepala Instalasi Gizi RSA UGM, Pratiwi Dinia Sari, memperingatkan bahwa berat badan justru berisiko naik jika asupan kalori tidak terkontrol. Fenomena ini sering terjadi akibat pemilihan menu saat sahur dan berbuka yang memiliki kepadatan kalori tinggi meski porsinya terlihat sedikit.

Dampak Pemilihan Menu Terhadap Kalori

Pratiwi menjelaskan bahwa konsumsi makanan dengan densitas kalori tinggi secara berlebihan akan menyebabkan asupan energi harian melampaui batas yang dibutuhkan tubuh. Sebagai contoh, perbandingan kalori antara gorengan dan buah-buahan menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan bagi keseimbangan asupan harian.

Jenis Makanan Berat (Gram) Estimasi Kalori (kkal)
Pisang Goreng 50 gram 130 kkal
Buah Pepaya 500 gram 130 kkal

Selain gorengan, penambahan bahan seperti sirup dan kental manis ke dalam es buah juga berkontribusi besar pada lonjakan asupan gula harian. Kombinasi makanan tinggi lemak dan gula saat sahur maupun berbuka inilah yang memicu terjadinya surplus kalori dan kenaikan berat badan.

Adaptasi Biologis dan Kendali Nafsu Makan

Secara biologis, puasa sebenarnya memicu adaptasi yang menguntungkan karena memaksa tubuh untuk menggunakan cadangan energi selama durasi makan dibatasi. Proses ini melibatkan hormon leptin dan ghrelin yang berperan krusial dalam mengatur sinyal rasa lapar serta rasa kenyang dalam tubuh.

Kondisi hormonal yang lebih stabil selama berpuasa seharusnya memudahkan seseorang dalam mengendalikan nafsu makan dan menjaga pola konsumsi tetap teratur. Manfaat penurunan berat badan ini akan tercapai secara maksimal jika puasa dibarengi dengan penerapan pola makan sehat serta aktivitas fisik ringan.

Penerapan Prinsip Gizi Seimbang

Dini menegaskan bahwa terbatasnya waktu makan selama Ramadhan seharusnya secara otomatis menurunkan volume dan total kalori yang masuk ke dalam tubuh. Hal ini menjadi kunci utama agar ibadah puasa memberikan dampak positif bagi kesehatan fisik dan transformasi berat badan yang diinginkan.

Penerapan prinsip gizi seimbang sangat penting untuk diperhatikan dengan menyesuaikan kebutuhan personal berdasarkan usia, jenis kelamin, hingga tingkat aktivitas harian. Dengan pengaturan nutrisi yang tepat, puasa bukan hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga sarana mencapai kebugaran tubuh yang optimal.

Artikel terkait

Rekomendasi