Alasan Keterlibatan Houthi dalam Perang Iran Tidak Sebesar Hizbullah

Alasan Keterlibatan Houthi dalam Perang Iran Tidak Sebesar Hizbullah
Foto: Ilustrasi Alasan Keterlibatan Houthi dalam Perang Iran Tidak Sebesar Hizbullah.

Berbeda dengan Hizbullah yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam menggempur Israel, gerakan Houthi di Yaman justru bersikap jauh lebih tenang dalam menanggapi seruan Iran. Kelompok ini dinilai cenderung setengah hati dalam upaya memperkeruh eskalasi konflik di Timur Tengah bersama sekutunya tersebut.

Seorang profesor dari Institut Thayer Marshall mengungkapkan bahwa Houthi sebenarnya tidak memiliki semangat untuk terlibat penuh dalam konflik bersenjata meskipun sempat mengancam akan menutup Selat Bab al-Mandeb. Pakar tersebut mencatat bahwa ketika Iran memberikan instruksi kepada para proksinya, Hizbullah segera bertindak secara nyata sementara Houthi hanya melakukan upaya yang bersifat simbolis.

Fokus utama Houthi saat ini dikabarkan lebih tertuju pada konsolidasi kekuasaan internal di wilayah-wilayah Yaman yang telah mereka kuasai sepenuhnya. Mereka sangat berhati-hati agar tidak terseret ke dalam pusaran konflik internasional lain yang dapat mengganggu stabilitas kendali mereka di dalam negeri.

Tindakan Houthi yang mengincar Selat Bab al-Mandeb juga dianggap tidak akan memicu eskalasi besar karena kawasan tersebut memang sudah masuk dalam zona berisiko tinggi. Perusahaan asuransi komersial telah memperhitungkan risiko tersebut sejak lama, sehingga kargo bernilai tinggi tetap melintasi selat itu meskipun ada ancaman dari kelompok Houthi.

Peringatan mengenai penutupan jalur laut strategis tersebut dinilai memiliki dampak yang sangat terbatas terhadap dinamika keamanan global saat ini. Hal ini memperkuat pandangan bahwa langkah-langkah Houthi di wilayah perairan tersebut lebih banyak berfungsi sebagai bentuk diplomasi tekananan daripada persiapan perang skala penuh.

Di sisi lain, pemimpin Houthi Abdul-Malik al-Houthi mengeklaim bahwa Amerika Serikat terpaksa menyetujui gencatan senjata dengan Iran karena merasa terdesak secara kebutuhan. Washington disebut telah mengambil keputusan sulit tersebut setelah mengeklaim koalisi militer AS-Israel mengalami kekalahan dalam konfrontasi melawan Republik Islam.

Abdul-Malik mengeklaim bahwa musuh-musuh mereka terpaksa memilih jalur damai setelah menderita kerugian besar, termasuk jatuhnya ratusan korban jiwa dari pihak tentara. Selain itu, ia menyebutkan adanya kerusakan signifikan pada berbagai pangkalan militer Amerika di wilayah tersebut akibat serangan yang mereka terima.

Kategori Kerugian Klaim Dampak Berdasarkan Pernyataan Houthi
Personel Militer Ratusan prajurit tewas dan terluka dalam pertempuran.
Aset Infrastruktur Penghancuran pangkalan-pangkalan militer Amerika di kawasan.
Peralatan Perang Kerugian signifikan pada berbagai jenis peralatan militer koalisi.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: international.sindonews.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.

Artikel terkait

Rekomendasi