Israel Kecam Keras Tiga Negara Pendukung Iran Termasuk Salah Satu Anggota NATO

Israel Kecam Keras Tiga Negara Pendukung Iran Termasuk Salah Satu Anggota NATO
Foto: Ilustrasi Israel Kecam Keras Tiga Negara Pendukung Iran Termasuk Salah Satu Anggota NATO.

Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, melontarkan kecaman keras terhadap perwakilan dari Prancis, China, dan Pakistan karena dianggap memberikan dukungan kepada Iran. Tuduhan ini muncul menyusul adanya dugaan kesepakatan rahasia yang memungkinkan kapal-kapal dagang dari ketiga negara tersebut melintasi Selat Hormuz dengan aman di tengah blokade Teheran.

Kritik tajam tersebut didasarkan pada laporan media yang mengindikasikan bahwa armada komersial dari negara-negara tersebut tetap diizinkan berlayar melalui jalur strategis itu atas izin Iran. Meskipun secara umum Teheran sedang memberlakukan pembatasan pelayaran yang ketat bagi pihak lain, kapal dari ketiga negara ini dikabarkan mendapat perlakuan khusus.

Melalui sebuah unggahan di platform media sosial X, Danny Danon secara langsung mempertanyakan motif finansial di balik akses istimewa yang diberikan Iran kepada Prancis. Ia mengungkapkan bahwa saat berbicara dalam sesi Majelis Umum PBB mengenai blokade Selat Hormuz, dirinya menanyakan besaran biaya yang dibayarkan Paris demi menjamin keamanan navigasi kapal mereka.

Danon mencatat bahwa pertanyaan krusial tersebut tidak mendapatkan respons sama sekali dari duta besar Prancis saat sesi pertemuan berlangsung. Menurutnya, sikap serupa juga ditunjukkan oleh perwakilan diplomatik dari China dan Pakistan yang memilih untuk tetap bungkam atas tuduhan tersebut.

Situasi di Selat Hormuz saat ini memang sangat tegang karena jalur tersebut merupakan urat nadi energi dunia yang menyalurkan sekitar 20 persen aliran minyak dan gas alam cair global. Gangguan navigasi ini dipicu oleh tindakan Iran yang menutup jalur air tersebut sebagai bentuk balasan atas kampanye pengeboman yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari.

Iran sempat membuka kembali akses selat untuk seluruh kapal komersial pada hari Jumat lalu sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata terkait konflik Israel dan Lebanon. Namun, ketegangan kembali memuncak setelah pihak Teheran memutuskan untuk menutup jalur vital itu lagi hanya sehari berselang.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: international.sindonews.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.

Artikel terkait

Rekomendasi