Pemerintah Israel secara terbuka menyatakan kekecewaannya terhadap tiga negara pemilik senjata nuklir, yakni Prancis, China, dan Pakistan. Rezim Zionis tersebut menuduh ketiga negara tersebut secara tidak langsung mendukung Iran melalui kesepakatan rahasia guna mengamankan jalur pelayaran kapal mereka di Selat Hormuz.
Danny Danon, selaku Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), melayangkan kritik tajam terhadap rekan-rekan diplomatnya dari ketiga negara tersebut melalui platform media sosial X. Kecaman ini muncul menyusul laporan sejumlah media Barat yang mengungkapkan bahwa kapal-kapal komersial dari Prancis, China, dan Pakistan tetap bisa melintasi Selat Hormuz di tengah situasi blokade.
Meskipun Teheran memberlakukan pembatasan pelayaran yang sangat ketat bagi dunia internasional, kapal dari ketiga negara ini dilaporkan mendapat izin khusus dari pihak Iran untuk melintas. Danon bahkan secara spesifik mempertanyakan komitmen diplomatik Prancis terkait dugaan adanya imbalan finansial dalam prosedur pengamanan jalur laut tersebut.
Melalui unggahannya tak lama setelah sesi Majelis Umum PBB, Danon menanyakan jumlah uang yang dibayarkan Prancis kepada Iran demi mendapatkan jaminan keamanan di Selat Hormuz. Ia pun menyindir ketidakiapan duta besar dari Prancis, China, maupun Pakistan dalam memberikan jawaban atas tudingan serius yang ia lontarkan tersebut.
Berdasarkan kutipan dari Russia Today pada Senin (20/4/2026), Danon menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada penjelasan resmi dari para perwakilan negara yang bersangkutan. Ketegangan diplomatik ini semakin memanas seiring dengan meningkatnya pengawasan terhadap aktivitas militer dan ekonomi di kawasan perairan strategis tersebut.
Daftar Negara yang Dikecam Israel
| Nama Negara | Status Persenjataan | Keterangan Konflik |
|---|---|---|
| Prancis | Negara Nuklir (Anggota NATO) | Dituduh membayar Iran demi keamanan kapal di Selat Hormuz. |
| China | Negara Nuklir | Dituduh memiliki kesepakatan jalur aman dengan Teheran saat blokade. |
| Pakistan | Negara Nuklir | Dituduh mengabaikan pembatasan pelayaran Iran melalui koordinasi khusus. |
Di sisi lain, beberapa pakar militer menilai bahwa situasi di kawasan ini kian genting, terutama setelah adanya aksi penyitaan kapal oleh Amerika Serikat. Tindakan keras tersebut dipandang oleh sejumlah pihak sebagai sinyal awal kemungkinan terjadinya invasi militer babak baru terhadap Iran.
Menanggapi tekanan internasional tersebut, militer Iran telah mengeluarkan janji untuk melakukan tindakan balas dendam sebagai respons atas penyitaan kapal mereka. Kondisi geopolitik ini menempatkan Selat Hormuz sebagai titik pusat perselisihan global yang melibatkan banyak kekuatan besar dunia.