Rosa Alba, seorang siswi berbakat asal Solo, sukses merealisasikan impian masa kecilnya untuk menempuh studi di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair). Keberhasilannya tergolong luar biasa karena ia berhasil masuk tanpa harus melewati serangkaian proses seleksi mahasiswa baru yang panjang berkat raihan Golden Ticket Unair.
Prestasi ini didapatkannya setelah ia dinobatkan sebagai peserta terbaik pertama dalam ajang Olimpiade Sains Airlangga (OSA) untuk kategori Saintek. Rosa berhasil menyisihkan ribuan kompetitor dari berbagai wilayah di Indonesia dalam kompetisi bergengsi tersebut.
| Kategori Informasi | Detail Data |
|---|---|
| Jumlah Pendaftar Golden Ticket | 3.855 orang |
| Total Peserta OSA | Hampir 4.000 peserta |
| Peringkat Rosa Alba | Terbaik Satu (Kategori Saintek) |
| Waktu Pelaksanaan OSA | Desember 2025 |
Kisah sukses Rosa bermula dari keputusan yang ia anggap sebagai langkah spekulatif atau iseng-iseng berhadiah pada akhir tahun 2025 lalu. Pada saat itu, ia memutuskan untuk tetap mengikuti OSA meskipun jadwal kompetisinya berbenturan dengan agenda ujian semester di sekolah asalnya.
Tanpa adanya persiapan belajar yang intensif dan khusus, Rosa justru mampu menunjukkan performa gemilang hingga meraih predikat juara bidang Saintek. Capaian prestisius inilah yang kemudian menjadi tiket emas bagi dirinya untuk melenggang masuk ke kampus pilihannya di Surabaya tersebut.
Momen Keraguan dan Konfirmasi Kampus
Saat pertama kali mendapatkan pemberitahuan resmi dari pihak universitas, Rosa mengaku sempat didera rasa tidak percaya dan keraguan yang besar. Ia merasa bahwa performanya saat pengerjaan soal tidaklah terlalu istimewa sehingga muncul kekhawatiran adanya kesalahan data dari panitia seleksi.
Kepada media, ia menceritakan bagaimana dirinya sempat menanyakan kembali kebenaran informasi tersebut kepada pihak Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Unair. Dirinya bahkan sempat bertanya apakah pihak kampus tidak salah orang mengingat ia merasa nilainya berada pada level yang biasa saja.
Setelah mendapatkan konfirmasi yang valid, semangatnya untuk menembus FK Unair melalui jalur Golden Ticket 2026 pun semakin membara. Ia segera mempersiapkan segala dokumen yang diperlukan guna memenuhi persyaratan administrasi yang telah ditentukan oleh pihak kampus.
Dukungan Alumni dan Strategi Pendaftaran
Dalam proses penyusunan berkas pendaftaran, Rosa memaparkan bahwa peran dari para alumni serta informasi internal sangat membantunya dalam menyusun strategi. Ia mendapatkan banyak wawasan mengenai jalur Golden Ticket dari kakak tingkat yang sudah lebih dulu lolos ke Kedokteran Gigi Unair.
Berdasarkan arahan sang senior, Rosa menyadari bahwa Unair sangat mengapresiasi calon mahasiswa yang memiliki portofolio prestasi serta sertifikat yang kuat. Ia pun disarankan untuk menjaga status eligible di sekolah serta diwajibkan mengikuti ajang OSA sebagai salah satu syarat utama.
Selain mengandalkan portofolio pribadi, ia juga menyertakan surat rekomendasi resmi dari pihak sekolah yang mencakup daftar berbagai sertifikat prestasinya selama ini. Perjuangan keras tersebut akhirnya membuahkan hasil manis dan menjadikannya alumnus pertama dari sekolahnya yang berhasil menembus ketatnya persaingan di FK Unair.
Persiapan Menuju Dunia Perkuliahan
Momen yang paling mengharukan dirasakannya saat menerima telepon dari PPMB Unair pada suatu sore hari yang penuh dengan ketidakpastian. Setelah mendapatkan undangan pengukuhan resmi, ia bersama keluarga besarnya langsung bertolak menuju Surabaya untuk menghadiri seremoni tersebut.
Kini, menjelang status resminya sebagai mahasiswa, Rosa berencana untuk terus mengasah kemampuannya melalui berbagai persiapan yang matang. Ia mengaku sebagai pribadi yang selalu merencanakan segala sesuatu dengan detail untuk menghindari rasa cemas yang berlebihan.
Fokus utamanya saat ini adalah meningkatkan skor kemampuan bahasa Inggris melalui tes TOEFL atau IELTS serta mulai aktif mencari informasi mengenai program beasiswa. Rosa juga mengungkapkan rasa tidak sabarnya untuk segera bergabung dalam kegiatan Angkatan Muda Ksatria Airlangga (AMERTA) 2026 dan beradaptasi dengan budaya kampus.