Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) merilis laporan terbaru yang mengungkapkan adanya 4.755 korban keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama periode Januari hingga Februari 2026. Ketua Dewan Pakar FSGI, Retno Listyarti, memaparkan bahwa pada Februari 2026 saja terdapat 1.920 orang yang terdampak oleh insiden kesehatan tersebut.
Meskipun jumlah pada Februari mengalami penurunan sebesar 32,2 persen dibandingkan Januari yang mencapai 2.835 orang, angka total dalam dua bulan pertama tetap dianggap sangat tinggi. Retno menjelaskan bahwa akumulasi data tersebut menunjukkan rata-rata terdapat 2.377,5 korban setiap bulannya dari pelaksanaan program MBG ini.
FSGI menyoroti kecenderungan pemerintah yang sering kali hanya menonjolkan angka keberhasilan program, namun justru terkesan mengabaikan analisis mendalam saat terjadi kasus keracunan masal. Menurut Retno, maraknya kasus keracunan ini merupakan indikator adanya persoalan serius dalam implementasi kebijakan di lapangan yang harus segera ditangani.
Signifikansi Angka Korban sebagai Peringatan
Angka 4.755 korban dalam kurun waktu dua bulan pertama tahun 2026 ditegaskan Retno bukan sekadar deretan statistik biasa, melainkan sebuah sinyal peringatan keras bagi penyelenggara. Ia mengingatkan agar penurunan persentase karena faktor bulan Ramadhan dan libur Idul Fitri tidak mengalihkan perhatian dari fakta bahwa kondisi rata-rata sebenarnya memburuk.
Retno juga menekankan bahwa risiko keracunan pangan ini berpotensi terus berulang dalam skala yang lebih besar jika tidak segera dilakukan perbaikan sistem secara menyeluruh. Ketika jumlah korban sudah menyentuh angka ribuan, hal tersebut bukan lagi dianggap sebagai kekeliruan kecil melainkan indikasi perlunya evaluasi besar-besaran.
Lonjakan Data Dibandingkan Tahun Sebelumnya
Ketua Umum FSGI, Fahriza Marta Tanjung, turut mengungkapkan adanya lonjakan korban yang sangat signifikan jika data tahun 2026 ini dibandingkan dengan statistik pada tahun 2025. Berdasarkan data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), sepanjang tahun 2025 tercatat total 20.012 korban dengan rata-rata bulanan sebanyak 1.667,7 orang.
| Periode Tahun | Total Korban | Rata-rata Korban per Bulan |
|---|---|---|
| 2025 (Sepanjang Tahun) | 20.012 | 1.667,7 |
| 2026 (Januari - Februari) | 4.755 | 2.377,5 |
Perbandingan statistik tersebut menunjukkan tren yang mengkhawatirkan karena rata-rata korban bulanan pada awal 2026 mengalami kenaikan tajam sebesar 42,56 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Fahriza menegaskan bahwa dalam durasi waktu yang lebih singkat, jumlah masyarakat yang terdampak justru bertambah dengan frekuensi yang jauh lebih cepat.
FSGI mengingatkan kembali bahwa sasaran utama program MBG adalah kelompok rentan seperti anak sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui yang seharusnya mendapat perlindungan ekstra. Ironisnya, program yang dirancang untuk meningkatkan standar gizi nasional ini justru berbalik menjadi risiko kesehatan serius bagi ribuan peserta program.
Kejadian yang terus berulang dalam skala masal ini mengindikasikan adanya kelemahan mendasar pada aspek pengawasan, kualitas bahan baku, standar kebersihan, hingga proses distribusi makanan. Oleh karena itu, FSGI menuntut adanya langkah konkret dari pihak terkait untuk memastikan keamanan pangan bagi seluruh penerima manfaat Makan Bergizi Gratis.