PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI secara resmi telah memulai operasional KA Brumbung Cargo untuk memfasilitasi pengangkutan logistik dari wilayah Demak menuju kawasan pelabuhan di Jakarta. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa kehadiran layanan baru ini merupakan strategi perusahaan dalam memperkuat jaringan logistik di Pulau Jawa yang menghubungkan Stasiun Brumbung di Demak langsung ke Stasiun Pososo di Tanjung Priok.
Rangkaian kereta ini terdiri dari 20 gerbong datar yang memiliki kapasitas setara dengan 40 TEUs atau mampu mengangkut beban hingga kurang lebih 800 ton dalam satu kali perjalanan. Operasional kereta ini dirancang untuk melayani pengiriman berbagai jenis komoditas dengan jadwal keberangkatan yang diatur secara rutin yakni satu kali setiap dua hari.
Anne Purba menegaskan bahwa skema operasional yang diterapkan ini sengaja dibuat untuk memberikan fleksibilitas bagi para pelaku usaha dalam mengatur distribusi barang mereka secara lebih terencana dan terukur. Menurutnya, pemilihan Stasiun Brumbung sebagai titik awal keberangkatan didasarkan pada hasil kajian mendalam yang mempertimbangkan letak strategis serta tingginya potensi permintaan angkutan di wilayah Jawa Tengah.
Jalur distribusi ini juga memiliki peran krusial dalam mengoneksikan pusat-pusat produksi di daerah dengan pusat distribusi besar yang berada di Jakarta sehingga sinergi logistik antardaerah semakin solid. Fokus pengembangan ini juga tercermin dari pencapaian kinerja angkutan barang yang impresif di wilayah operasional Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang sepanjang awal tahun ini.
Statistik Pertumbuhan Angkutan Barang
Berdasarkan data operasional pada kuartal I/2026, volume angkutan peti kemas di wilayah Daop 4 Semarang menunjukkan tren positif dengan kenaikan signifikan dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini mencakup berbagai kategori muatan, mulai dari peti kemas, barang hantaran potongan (BHP), hingga angkutan parcel yang terus menyesuaikan dengan dinamika pasar.
| Kategori Angkutan | Kuartal I/2025 (Ton) | Kuartal I/2026 (Ton) | Persentase Kenaikan |
|---|---|---|---|
| Peti Kemas (Daop 4) | 50.459 | 58.770 | 16% |
| Barang Hantaran Potongan (BHP) | 529 | 693 | 31% |
| Angkutan Lainnya | 4.964 | 11.020 | 122% |
| Peti Kemas (Nasional/KAI) | 1.196.600 | 1.371.036 | 14,5% |
Selain volume angkutan, performa ketepatan waktu di wilayah Daop 4 Semarang juga berada pada level yang sangat memuaskan demi menjamin kepuasan pelanggan logistik. Tercatat bahwa tingkat ketepatan waktu keberangkatan angkutan barang mencapai angka 99,26 persen, sementara untuk ketepatan waktu kedatangan berada di posisi 97,85 persen.
Secara menyeluruh di level nasional, KAI membukukan total angkutan peti kemas sebanyak 1.371.036 ton pada kuartal pertama tahun 2026, meningkat dari angka 1.196.600 ton pada tahun lalu. Anne menyebutkan bahwa lonjakan angka ini selaras dengan langkah konsisten KAI dalam memperluas jangkauan serta meningkatkan kualitas layanan logistik di berbagai titik strategis.
Manfaat Pengalihan Logistik ke Jalur Rel
Penggunaan moda transportasi berbasis rel untuk angkutan barang diklaim memberikan dampak positif yang luas terhadap efisiensi sistem transportasi nasional secara makro. Dengan beralihnya distribusi muatan dari jalan raya ke kereta api, tingkat kepadatan lalu lintas dapat dikurangi secara signifikan sekaligus membantu menjaga ketahanan infrastruktur jalan agar tetap optimal.
Anne Purba menutup penjelasannya dengan menekankan bahwa peralihan logistik ke kereta api menawarkan keuntungan yang komprehensif, mulai dari penghematan biaya operasional hingga kelancaran arus barang. Kehadiran KA Brumbung Cargo diharapkan menjadi solusi andalan bagi dunia usaha untuk mempercepat distribusi komoditas mereka dari Jawa Tengah menuju gerbang ekspor-impor di Tanjung Priok.