Kementan Menyatakan Harga Kopi Indonesia Stabil: Permintaan dan Pasokan Dalam Negeri Kuat

Kementan Menyatakan Harga Kopi Indonesia Stabil: Permintaan dan Pasokan Dalam Negeri Kuat
Foto: Ilustrasi Kementan Menyatakan Harga Kopi Indonesia Stabil: Permintaan dan Pasokan Dalam Negeri Kuat.

Harga kopi di Indonesia menunjukkan stabilitas meskipun pasar global mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh permintaan kuat dan ketersediaan pasokan dalam negeri yang cukup baik.

Kementerian Pertanian menjelaskan bahwa tren harga kopi nasional berjalan sejalan dengan pasar internasional, meskipun dengan karakteristik yang lebih stabil. Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan, Kuntoro Boga Andri, mencatat harga kopi robusta domestik cenderung lebih tinggi dari harga internasional.

Harga kopi robusta di dalam negeri pada tahun 2024-2025 tercatat antara Rp60.000 hingga Rp80.000 per kilogram, sementara harga global berfluktuasi di kisaran Rp55.000 hingga Rp70.000 per kilogram. Sedangkan untuk kopi arabika, harga domestik berada di antara Rp95.000 dan Rp115.000 per kilogram, mendekati harga internasional yang berkisar Rp110.000 hingga Rp140.000 per kilogram.

Stabilitas harga yang terjaga ini, menurut Kuntoro, disokong oleh permintaan lokal yang kuat dan dominasi produksi dalam negeri. Dengan kondisi ini, industri kopi nasional hampir tidak memerlukan impor untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri.

Ia menambahkan bahwa meskipun ada impor kopi, hal ini hanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan spesifik industri yang belum dipenuhi oleh produksi dalam negeri. Dari sisi produksi, Indonesia diperkirakan mampu mempertahankan pasokan meskipun tertekan oleh faktor iklim.

Produksi kopi nasional pada tahun 2025 diprediksi mencapai sekitar 800.000 ton, dengan dampak El Niño yang tidak terlalu signifikan. Untuk tahun 2026, produksi diharapkan meningkat menjadi 834.822 ton, mencerminkan pemulihan yang bertahap seiring membaiknya kondisi budidaya.

Pemerintah menganggap kombinasi antara stabilitas harga dan kemandirian pasokan sebagai aset penting untuk meningkatkan daya saing kopi Indonesia di pasar internasional. Di saat yang sama, strategi hilirisasi terus ditekankan untuk menambah nilai dan meningkatkan pendapatan petani.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: ekonomi.bisnis.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.

Artikel terkait

Rekomendasi