Universitas Jember (Unej) telah dikonfirmasi tetap memegang peran sebagai pusat pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) tahun 2026. Meskipun pada tahun sebelumnya sempat terjadi insiden percobaan aksi joki, pihak Unej tetap melangkah maju dengan mengikuti uji coba nasional yang disertai proses evaluasi sangat mendalam.
Selama periode dua hari, Panitia Pusat SNPMB telah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kesiapan di setiap Pusat UTBK, terutama pada aspek perangkat komputer serta infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Langkah ini diambil guna menjamin bahwa seluruh sarana pendukung dapat berfungsi optimal saat pelaksanaan ujian yang dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 21 hingga 30 April 2026 mendatang.
Prof. Slamin selaku Ketua Pusat UTBK Unej sekaligus Wakil Rektor I menyatakan bahwa uji coba ini bertujuan untuk memastikan seluruh personel dan teknisi memahami tugas serta sigap mengikuti Prosedur Operasi Baku (POB). Ia menekankan bahwa persiapan ini merupakan bentuk tanggung jawab institusi agar setiap kendala teknis yang muncul di lapangan dapat segera diatasi dengan cepat dan tepat.
Dalam keterangannya pada Sabtu (4/4/2026), Prof. Slamin menjelaskan bahwa kegiatan ini berfungsi sebagai gladi resik dengan menyiapkan 955 komputer yang tersebar di 31 ruangan pada 20 lokasi berbeda di kampus Tegalboto. Pihaknya memastikan bahwa seluruh perangkat komputer beserta sistem pendukungnya telah divalidasi fungsinya agar tidak menghambat jalannya proses seleksi nasional bagi para calon mahasiswa tersebut.
Strategi Keamanan dan Antisipasi Kecurangan
Unej memberikan perhatian khusus pada aspek keamanan setelah pada pelaksanaan UTBK SNBT 2025 ditemukan adanya aktivitas jaringan tidak wajar yang berujung pada penangkapan empat orang joki. Keempat pelaku tersebut diketahui terdiri dari dua orang mahasiswa yang masih aktif dan dua orang lainnya merupakan alumni, sehingga pengawasan sistem kini diperketat secara signifikan.
Koordinator TIK Pusat UTBK Unej, Prof. Bayu Taruna, menegaskan bahwa timnya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi teknis untuk mencegah segala potensi kecurangan sistem di masa mendatang. Pemeriksaan dilakukan secara mendetail pada setiap perangkat untuk menjamin bahwa seluruh komputer bersih dari aplikasi ilegal atau perangkat lunak tambahan selain aplikasi resmi UTBK SNBT 2026.
Selain pembersihan perangkat, sterilisasi ruangan ujian akan dilakukan pada dua hari sebelum pelaksanaan (H-2) dengan penyegelan ruang yang kuncinya hanya dipegang oleh Penanggung Jawab Lokasi (PJL). Teknisi TIK juga akan terus bersiaga selama ujian berlangsung untuk memantau jika ada usaha peretasan atau upaya pihak luar untuk menerobos sistem keamanan yang telah dibangun.
Setelah seluruh rangkaian ujian berakhir, petugas keamanan TIK akan kembali menyisir setiap komputer untuk memastikan tidak ada aplikasi terlarang yang tertinggal di dalam perangkat keras tersebut. Prof. Bayu Taruna juga menjelaskan bahwa Panitia Pusat SNPMB tahun ini telah memperkenalkan sistem operasi khusus yang wajib digunakan pada setiap komputer di lokasi ujian.
Sebagai Kepala Unit Penunjang Akademik TIK UNEJ, ia memastikan bahwa seluruh teknisi telah dilatih secara intensif agar mahir dalam mengoperasikan dan mengawal penggunaan sistem operasi khusus tersebut. Upaya preventif yang berlapis ini diharapkan dapat menutup celah bagi praktik perjokian dan menjaga integritas hasil seleksi nasional di lingkungan Universitas Jember.