Minat Baca Indonesia Lampaui Korea Selatan, Gramedia Kembali Agresif Buka Toko Buku Baru

Minat Baca Indonesia Lampaui Korea Selatan, Gramedia Kembali Agresif Buka Toko Buku Baru
Foto: Ilustrasi Minat Baca Indonesia Lampaui Korea Selatan, Gramedia Kembali Agresif Buka Toko Buku Baru.

Meskipun teknologi digital dan media sosial kini mendominasi kehidupan sehari-hari, antusiasme masyarakat Indonesia terhadap kegiatan membaca buku ternyata masih tergolong tinggi. Berdasarkan laporan Countries that Reads The Most Books tahun 2024 dari CEOWORLD Magazine, Indonesia berhasil menempati peringkat ke-31 dunia dan melampaui posisi Korea Selatan.

Director Corporate Secretary Gramedia, Yosef Adityo, menjelaskan bahwa rata-rata waktu baca masyarakat Indonesia mencapai 129 jam per tahun atau setara dengan 5,91 buku. Angka ini menunjukkan optimisme karena secara statistik warga mampu menyelesaikan satu judul buku setidaknya dalam waktu dua bulan.

Statistik Literasi dan Peringkat Membaca 2024

Kategori Data Keterangan Statistik
Peringkat Membaca Indonesia (Global) Posisi ke-31
Durasi Membaca Indonesia per Tahun 129 Jam
Rata-rata Jumlah Buku (Indonesia) 5,91 Buku
Peringkat Pertama Dunia (Amerika Serikat) 357 Jam per Tahun
Kenaikan Minat Baca Gen Z (Data BPS) 72,44 Persen

Peningkatan minat baca yang signifikan sebesar 72,44 persen di kalangan Generasi Z menurut data BPS menjadi pendorong bagi Gramedia untuk terus melakukan inovasi. Yosef Adityo menegaskan bahwa fakta ini memberikan semangat bagi institusi literasi tersebut untuk terus memperluas jaringan toko fisik dan mengembangkan konsep ritel baru di seluruh wilayah.

Hingga saat ini, jaringan distribusi Gramedia telah menjangkau 148 titik lokasi yang tersebar dari ujung barat di Aceh hingga wilayah timur seperti Jayapura dan Sorong. Keberadaan gerai ini juga meluas hingga ke sisi utara di Tarakan yang berbatasan dengan Malaysia serta wilayah selatan di Kupang dan Maumere, Nusa Tenggara Timur.

Menyusul kesuksesan Gramedia Jalma di Blok M yang sempat viral, perusahaan berencana segera meresmikan cabang serupa di Jalan Pandanaran, Semarang dengan area yang lebih luas. Konsep ini dirancang agar pengunjung merasa lebih leluasa saat memanfaatkan gerai sebagai ruang interaksi sosial, tempat berkumpul komunitas, maupun titik pertemuan bagi masyarakat umum.

Adityo berpendapat bahwa tingginya ketertarikan Gen Z terhadap buku membuktikan literasi nasional tidak bisa dikatakan rendah, namun justru membutuhkan penyesuaian strategi pasar. Oleh karena itu, Gramedia menghadirkan konsep gerai seperti Makarya serta Prose & Petals guna memastikan layanan mereka tetap relevan dengan selera konsumen masa kini.

Dalam agenda JEDA yang berlangsung di Cikini tersebut, hadir pula penulis novel ternama Eka Kurniawan yang membagikan pengalaman pribadinya mengenai proses kreatif dalam menulis cerita. Diskusi ini mempertegas pentingnya peran literasi dalam membentuk pemikiran anak bangsa, sejalan dengan pesan para peraih Nobel yang menekankan pentingnya membaca karya berkualitas.

Artikel terkait

Rekomendasi