SMA LIA Jakarta yang mengusung konsep pendidikan berbasis internasional secara resmi membuka pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk tahun ajaran 2026. Institusi ini dirancang oleh jajaran pakar dan tokoh nasional seperti Prof. Dr. Ilza Mayuni, M.A., Komjen. Pol. (Purn) Dr. H. Ito Sumardi, Dr. Sony T. Trilaksono, serta Dr. Anggoro Budi Susila.
Dr. Anggoro Budi Susila menyatakan bahwa kurikulum sekolah ini bertujuan membekali siswa dengan keterampilan hidup, kepercayaan diri, serta kepedulian lingkungan agar mampu berkomunikasi di level global. Melalui pendekatan tersebut, sekolah tidak hanya berfokus pada hasil ujian semata, tetapi juga berupaya menjawab kebutuhan generasi muda saat ini.
Keunggulan Kurikulum dan Penguasaan Bahasa Asing
Sebagai bagian dari Yayasan LIA yang telah berpengalaman selama 67 tahun, sekolah ini menjadikan penguasaan tiga bahasa asing yaitu Inggris, Mandarin, dan Jepang sebagai fondasi utama. Bahasa Inggris diajarkan menggunakan metode komunikatif yang dikembangkan dari modul teruji guna memastikan siswa memiliki daya saing global yang kuat.
Siswa juga didorong untuk mengasah minat mereka melalui sembilan jenis ekstrakurikuler yang mencakup bidang sains, wirausaha, public speaking, hingga seni pertunjukan. Program EcoCitizen turut dihadirkan untuk melatih tanggung jawab terhadap bumi melalui aktivitas nyata seperti pemilahan sampah, pembuatan ecobricks, hingga urban gardening.
Pembentukan Karakter Melalui Nilai VIRTUEOS
Pendidikan karakter di SMA LIA Jakarta dibangun berdasarkan delapan nilai utama yang dikenal dengan istilah VIRTUEOS. Nilai-nilai tersebut meliputi aspek visioner, integritas, reflektif, transformatif, pemahaman, empati, keterbukaan, serta pemberdayaan siswa sebagai pembelajar mandiri.
| Nilai VIRTUEOS | Penjelasan Makna |
|---|---|
| Visionary | Memiliki wawasan yang berorientasi pada masa depan. |
| Integrity | Menjunjung tinggi kejujuran dan keselarasan tindakan. |
| Reflective | Memiliki kemampuan untuk melakukan evaluasi diri secara mendalam. |
| Transformative | Terus melakukan pengembangan diri dan beradaptasi dengan perubahan. |
| Understanding | Mampu memahami perspektif dan kondisi orang lain. |
| Empathy | Memiliki rasa kepedulian dan kepekaan sosial yang tinggi. |
| Open | Terbuka terhadap perbedaan pendapat maupun latar belakang. |
| Student Empowerment | Menjadi individu yang mandiri dalam proses pembelajaran. |
Seluruh nilai tersebut diimplementasikan dalam aktivitas harian agar lulusan memiliki kepribadian yang kokoh dan tidak hanya unggul di bidang akademik. Dengan demikian, para siswa diharapkan siap menghadapi berbagai tantangan hidup di masa depan dengan karakter yang sudah teruji.