Sebanyak 21.995 siswa yang merupakan alumni penerima Program Indonesia Pintar (PIP) saat SMA dinyatakan berhasil lolos dalam Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) 2026 sebagai penerima KIP Kuliah. Angka tersebut mencakup 67 persen dari keseluruhan penerima KIP Kuliah yang diterima di jalur SNBP, sementara 11.050 siswa lainnya merupakan penerima bantuan yang bukan berasal dari program PIP.
Sandro Mihradi selaku Plt. Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi menjelaskan bahwa total pendaftar KIP Kuliah yang lolos SNBP mencapai 64.471 orang. Namun, setelah melalui proses verifikasi, hanya terdapat 33.455 peserta yang dinyatakan memenuhi kriteria untuk mendapatkan bantuan biaya pendidikan tersebut.
Prioritas Penerima dan Klasifikasi Ekonomi
Pemerintah memberikan prioritas khusus bagi siswa penerima PIP sejak jenjang dasar hingga menengah dalam seleksi KIP Kuliah di berbagai jalur masuk perguruan tinggi. Kebijakan ini diterapkan guna memastikan keberlanjutan bantuan pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu di seluruh jalur seleksi nasional maupun mandiri.
Klasifikasi prioritas didasarkan pada tingkat kesejahteraan ekonomi yang terbagi dalam empat kategori desil berbeda bagi para calon mahasiswa. Kelompok desil 1 yang dikategorikan sangat miskin menjadi prioritas utama, sedangkan desil 4 atau kelompok rentan miskin menempati posisi prioritas terbatas.
| Kategori Prioritas | Status Ekonomi | Tingkat Prioritas |
|---|---|---|
| Desil 1 | Sangat Miskin | Prioritas Utama |
| Desil 2 | Miskin | Prioritas Tinggi |
| Desil 3 | Hampir Miskin | Prioritas Menengah |
| Desil 4 | Rentan Miskin | Prioritas Terbatas |
Berdasarkan data statistik, mayoritas penerima PIP yang lolos berasal dari kelompok desil 2 dengan jumlah 5.998 peserta dan desil 3 sebanyak 5.835 orang. Data ini menunjukkan bahwa distribusi bantuan masih didominasi oleh kelompok masyarakat miskin dan hampir miskin dalam seleksi tahun ini.
Statistik Pendaftaran dan Sebaran Wilayah
Ketua Penanggungjawab SNPMB 2026, Eduart Wolok, mencatat terjadi lonjakan signifikan peminat KIP Kuliah yang mencapai 287.831 pendaftar atau naik 80 ribu orang dibanding tahun lalu. Secara keseluruhan, terdapat 806.000 peserta yang memperebutkan kursi di 146 perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi tersebut.
Tren menarik terlihat dari pemilihan lokasi kampus di mana mahasiswa penerima KIP Kuliah cenderung menyasar perguruan tinggi di luar Pulau Jawa. Sementara itu, pendaftar jalur reguler atau non-beasiswa masih didominasi oleh pemilihan kampus-kampus yang berada di wilayah Pulau Jawa.