Unhas Pastikan Biaya Kuliah Mahasiswa Baru 2026 Tidak Naik

Unhas Pastikan Biaya Kuliah Mahasiswa Baru 2026 Tidak Naik
Foto: Ilustrasi Unhas Pastikan Biaya Kuliah Mahasiswa Baru 2026 Tidak Naik.

Universitas Hasanuddin (Unhas) telah memberikan kepastian bahwa tidak akan ada kenaikan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa baru pada tahun ajaran 2026 mendatang. Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, menegaskan bahwa besaran biaya pendidikan bagi mahasiswa angkatan 2026 akan tetap dipertahankan sama seperti kebijakan tahun sebelumnya.

Keputusan ini diambil oleh Prof. JJ (sapaan akrab sang rektor) karena ia menyadari sepenuhnya bahwa isu UKT merupakan hal yang sangat sensitif bagi para orang tua mahasiswa. Pihak kampus mengaku berupaya merespons kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang saat ini masih dalam masa sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Meskipun Biaya Kuliah Tunggal (BKT) sebenarnya mengalami dinamika, Unhas memilih untuk menutup kekurangan tersebut melalui kompensasi dari sumber pendanaan alternatif milik kampus. Sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH), Unhas terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memaksimalkan pendapatan melalui sektor Badan Usaha Milik Unhas sendiri.

Selain itu, pihak universitas juga membuka pintu bagi masyarakat yang memiliki penghasilan berlebih untuk berkontribusi menyumbangkan dana ke kas dana abadi guna disalurkan kembali dalam bentuk beasiswa. Rektor menegaskan komitmennya bahwa tidak boleh ada mahasiswa yang terpaksa berhenti menempuh studi hanya karena terkendala oleh faktor biaya pendidikan yang tidak terjangkau.

Pihak Unhas berjanji akan melakukan berbagai upaya strategis demi memastikan keberlangsungan pendidikan seluruh mahasiswanya tanpa terkecuali agar cita-cita mereka tidak terputus di tengah jalan. Sejalan dengan dimulainya pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026, Unhas kembali berpartisipasi aktif dengan menjadi salah satu pusat lokasi ujian resmi nasional.

Pengawasan Ketat Terhadap Praktik Kecurangan

Pelaksanaan UTBK yang menjadi jalur utama seleksi nasional penerimaan mahasiswa baru (SNBT) tersebut mulai digelar secara serentak di seluruh wilayah Indonesia sejak Selasa (21/4/2026). Dalam menghadapi momentum penting ini, Prof. Jamaluddin Jompa menyatakan bahwa Unhas telah menerapkan sistem pengawasan berlapis guna menjamin integritas pelaksanaan ujian bagi seluruh peserta.

Langkah-langkah preventif tersebut mencakup dukungan teknologi terkini serta pelibatan aparat keamanan untuk mencegah segala bentuk praktik kecurangan yang mungkin terjadi selama proses seleksi. Menurut rektor, UTBK merupakan tahapan krusial dalam menyaring talenta muda terbaik bangsa yang berhak mendapatkan akses pendidikan tinggi untuk menjadi pemimpin masa depan.

Seluruh peserta ujian harus dipastikan memiliki kesempatan yang setara untuk mengerjakan soal dalam lingkungan yang nyaman, aman, serta terlindungi dari intervensi pihak luar. Kampus ingin memastikan bahwa penyaringan calon pemimpin bangsa ini dilakukan secara jujur agar kualitas input mahasiswa baru tetap terjaga dengan standar yang tinggi.

Melalui sistem yang ketat, Unhas berharap setiap individu dapat mengikuti tes dengan optimal tanpa rasa khawatir akan adanya gangguan teknis maupun tindakan non-prosedural dari peserta lain. Rektor menutup keterangannya dengan menekankan pentingnya menjaga aspek keadilan bagi seluruh peserta yang tengah berjuang memperebutkan kursi di universitas melalui jalur ujian tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi