Waktu Pengerjaan TKA SMP 2026 Dikeluhkan Siswa, Begini Tanggapan Kemendikdasmen

Waktu Pengerjaan TKA SMP 2026 Dikeluhkan Siswa, Begini Tanggapan Kemendikdasmen
Foto: Ilustrasi Waktu Pengerjaan TKA SMP 2026 Dikeluhkan Siswa, Begini Tanggapan Kemendikdasmen.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan penilaian bahwa durasi pengerjaan soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 tingkat SMP sederajat selama 75 menit sudah memadai. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Toni Toharudin selaku Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen saat berada di Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (7/4/2026).

Toni menegaskan bahwa alokasi waktu tersebut telah melalui proses perhitungan yang sangat matang, terutama untuk menyelesaikan materi matematika dan numerasi yang diujikan sebelumnya. Pihak kementerian meyakini bahwa standar waktu 75 menit tersebut sudah sangat relevan dengan kondisi serta kemampuan rata-rata anak-anak di seluruh wilayah Indonesia.

Proporsi Soal dan Standar Waktu Pengerjaan

Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, Rahmawati, turut memberikan penjelasan mendalam mengenai sinkronisasi antara durasi ujian dengan komposisi soal TKA yang disusun. Formula waktu 75 menit tersebut didasarkan pada perpaduan tingkat kesulitan soal yang mencakup aspek pengetahuan dasar hingga kemampuan penalaran tingkat tinggi.

Kategori Komposisi Soal Persentase Bobot
Pengetahuan (Knowing) 30 Persen
Pengaplikasian (Applying) 40 Persen
Penalaran (Reasoning) 30 Persen

Rahmawati mengungkapkan bahwa pihaknya telah menghitung durasi rata-rata yang dibutuhkan siswa untuk menjawab setiap tipe soal melalui berbagai tahapan uji coba resmi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kombinasi antara soal hafalan, penerapan rumus, dan analisis logika tersebut dapat diselesaikan secara efektif dalam kurun waktu yang telah ditentukan.

Upaya Minimalisir Pelanggaran dan Pemantauan Data

Rahmawati menambahkan kekhawatirannya jika waktu pengerjaan diperpanjang menjadi 100 menit, karena durasi yang terlalu longgar justru berpotensi memicu berbagai bentuk kecurangan peserta. Ia menggarisbawahi bahwa penambahan waktu bisa disalahgunakan siswa untuk saling bekerja sama atau mengambil dokumentasi foto di dalam ruang ujian yang sangat dilarang.

Berdasarkan data yang terpantau melalui dashboard pengawasan Kemendikdasmen, tercatat banyak peserta yang ternyata mampu menuntaskan soal matematika lebih cepat dari batas waktu maksimal. Tim teknis akan terus melakukan penelaahan terhadap log file hasil ujian untuk menentukan durasi paling ideal bagi murid berdasarkan data lapangan yang bersifat aktual.

Perspektif dan Keluhan dari Sisi Peserta Ujian

Di sisi lain, seorang siswi dari SMPN 2 Curug bernama Andrea memberikan testimoni bahwa soal-soal Matematika dalam TKA tersebut tergolong cukup sulit untuk diselesaikan. Dirinya merasa tantangan terbesar bukan hanya pada tingkat kerumitan soal, melainkan juga pada batas waktu pengerjaan yang dirasanya berlangsung sangat singkat.

Andrea secara spesifik menyebutkan bahwa materi mengenai bangun ruang menjadi bagian paling berat karena menuntut hafalan berbagai rumus yang berbeda untuk setiap bentuknya. Meskipun menghadapi kendala teknis dalam pengerjaan materi matematika yang kompleks tersebut, ia mengakui bahwa secara keseluruhan proses pelaksanaan ujian tetap berjalan tanpa kendala berarti.

Artikel terkait

Rekomendasi